Selasa, 14 Mei 2019

WASPADA MOM! Ternyata diare pada balita bisa menyebabkan kematian!

Oleh    : Windi Meilany
NIM    : C1AA18119
Kelas   : IA S1 KEPERAWATAN


Kejadian diare pada anak balita masih tinggi di dunia termasuk di Indonesia, jika mengalami keterlambatan penyakit ini bisa menyebabkan kematian.  Di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah sangat terbebani dengan kondisi yang dapat dicegah dan diobati ini.
Apakah diare itu? Diare adalah pengeluaran feses yang tidak normal dan cair. Bisa juga didefinisikan sebagai buang air besar yang tidak normal dan berbentuk cair dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya. Bayi dikatakan diare bila sudah lebih dari 3 kali buangair besar (Dewi, 2010)
Saat diare, tubuh akan mengalami kehilangan cairan serta ion tubuh yang begitu banyak dan rentan mengalami dehidrasi. Ketika kadar cairan pada tubuh berkurang maka akibatnya keseimbangan ion akan terganggu, akibatnya fungsi organ dan jaringan tubuh tidak bekerja secara optimal. Jika dehidrasi sudah ada dalam fase yang parah seseorang bisa mengalami berbagai komplikasi serius seperti kejang, gangguan fungsi ginjal hingga syok hipovolemik akibat kehilangan cairan yang begitu banyak. Syok ini bisa menyebabkan pingsan ataupun kematian.
Menurut Notoatmodjo(2012) mengatakan bahwa Masih terdapatnya ibu balita yang berpengetahuan tentang diare dalam kategori kurang menuntut peran serta petugas kesehatan. khususnya bidan untuk memberikan penyuluhan kesehatan tentang diare kepada ibu balita.
Dengan memberikan informasi kesehatan  tentang cara-cara mencapai hidup sehat, cara pemeliharaan kesehatan, cara menghindari penyakit, dan sebagainya akan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hal tersebut. Selanjutnya dengan pengetahuan itu akan menimbulkan kesadaran yang akhirnya akan menyebabkan orang berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.
Menurut Fikri Arif Subakti (2015) dalam jurnalnya menyebutkan bahwa Berdasarkan hasil uji chi square dapat diketahui ada pengaruh yang signifikan antara pengetahuan responden tentang perilaku sehat dengan kejadian diare akut. Hal ini disebabkan masih ada sebagian responden ibu balita yang belum mengetahui tentang perilaku sehat untuk menjaga kesehatan keluarga seperti selalu menjaga kebersihan diri dan makanan, menjaga kebersihan lingkungan rumah, memeriksakan kondisi kesehatan ketika terdapat gejala suatu penyakit ke puskesmas, menjaga pola istirahat serta menyempatkan untuk berekreasi guna menghilangkan stres yang dapat memicu suatu penyakit
Apa saja sih faktor penyebab diare? 
Perilaku negatif dapat menjadi penyebab terjadinya diare pada balita. Diare membutuhkan penanganan yang cepat agar tidak terjadi dehidrasi. Pengetahuan mengenai pencegahan dan penanganan diare sangat penting untuk diketahui oleh ibu yang dapat dijadikan sebagai upaya untuk mencegah terjadinya dehidrasi baik ringan, sedang, maupun berat. Jika terjadi dehidrasi dan  tidak segera ditangani maka akan menyebabkan kematian (Uswatun Khasanahi, Galuh Kartika Sari, 2016).
Menurut mom apakah ada hubungan antara usia ibu dan diare balita? Menurut hasil penelitian Prita (2014) tidak ada hubungan antara usia ibu dan diare balita. Karena semua ibu memiliki kasih sayang terhadap anaknya. Sedangkan menurut Notoatmodjo (2011) menyatakan bahwa Usia adalah karakter yang berkaitan dengan sifat manusia yang dapat membuat perbedaan dalam hasil penelitian atau yang dapat membantu menentukan hubungan penyebab penyakit, kondisi cedera, penyakit kronis dan penyakit lain yang dapat membuat manusia menderita. Menurut Gibson (1997) dalam Novrianda (2014), bahwa usia adalah faktor individu yang semakin bertambah usia, akan ada lebih banyak kematangan dan lebih banyak informasi. Namun, dalam penelitian ini, itu tidak sesuai dengan pendapat di atas yang dapat mempertimbangkan fakta-fakta tentang ibu dalam kaitannya dengan kebersihan toilet dan memiliki minat dalam mencuci tangannya sebelum dan menangani mencuci tangan dengan kebersihan yang baik dari balita ketika bermain, makan dan setelah buang air besar dan BAK.
Apakah faktor pendidikan ibu berpengaruh pada diare balita? Menurut penelitian Maidartati  (2017) ada hubungan antara pendidikan dan kejadian diare pada bayi yang menyebabkan pendidikan mempengaruhi pemikiran seseorang dalam menerima informasi. Pendidikan yang dapat meningkatkan kematangan intelektual seseorang dan merupakan faktor penting dalam proses penarikan informasi, meningkatkan wawasan dan cara berpikir yang selanjutnya akan memberikan persepsi pengetahuan, persepsi dan sikap menentukan seseorang untuk mengambil keputusan untuk bertindak. Seorang ibu yang berpendidikan tinggi dapat mencari tahu tentang kesehatan bayinya dan mencari tahu serta bertanya kepada mereka yang lebih memahami (dokter dan bidan) yang berpengalaman tentang cara menjaga kesehatan sehingga mereka tidak mudah sakit. Maka dari itu pendidikan ibu penting dalam perawatan balit, karena ibu dengan pendidikan rendah lebih tertutup dan tidak ingin mencari informasi tentang cara menjaga kesehatan anak yang baik (Handayani, 2013).

Bagaimana cara mencegah diare pada balita? Perilaku pencegahan diare merupakan tindakan yang dilakukan oleh ibu balita untuk mencegah terjadinya diare  pada balita.  Perilaku ibu yang positif dalam pencegahan diare ditandai dengan pemberian makanan yang higienis, menyediakan air minum yang bersih, menjaga kebersihan perorangan, membiasakan mencuci tangan sebelum makan, buang air besar pada tempatnya, menyediakan tempat pembungan sampah yang memadai, memberantas lalat dan menjaga kebersihan lingkungan.
Menurut Wahyudi (2009) menyatakan bahwa Pencegahan diare pada balita juga dapat dilakukan dengan memberikan ASI eksklusif pada balita dan menghindari penggunaan botol susu.  Ibu balita juga perlu menyimpan dan menyiapkan MPASI dengan baik, menggunakan air bersih dan  melakukan cuci tangan dengan sabun, serta membuang tinja dengan benar.
Prevalensi diare dapat dikurangi melalui pendidikan higiene dan titik penggunaan air rumah tangga seperti merebus. Untuk memaksimalkan dampak pada kesehatan anak-anak di lingkungan pedesaan yang diberikan, intervensi di masa depan harus memastikan pendidikan higienis yang teratur dan sistematis di tingkat rumah tangga dan masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Khasanah, U.,  Sari, K. G. (2016). Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Diare dengan Perilaku Pencegahan Diare Pada Balita. Jurnal Kesehatan "Samoedra Ilmu", 07(02), 149-159.
Subakti, A. F. (2015). Pengaruh Pengetahuan, Perilaku Sehat dan Sanitasi Lingkungan Terhadap Kejadian Diare Akut di Kelurahan Tlogopojok dan Kelurahan Sidorukun Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik. 142-153.
Sharifina, Hanifati., Fakhriadi, Rudi., Rosadi, D. (2017). Pengaruh Faktor Lingkungan dan Perilaku Terhadap Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Tabuk Kabupaten Banjar. Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia, vol 3, 88-93.
Magdalena, Irawati., Ratetempang, L, A.,  Pongtiku, Arry., Mallongi, Anwar. (2019). The Risk Factors Environment and Behavior Influence Diarrhea Incidence to Child in Abepura Hospital Jayapura City. International Journal of Science and Healthcare Research, vol  4, 170-180.
Diouf, Katharina., Tabatabai, Patrik.,  Rudolph, Jochen., Marx, Michael.  (2014). Diarrhoea prevalence in children under five years of age in rural Burundi: an assessment of social and behavioural factors at the household level.1-9

62 komentar:

  1. Terimakasih yang sudah membaca artikel saya, semoga bermanfaat ya...

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah nambah ilmu baru buat mommy💛

    BalasHapus
  3. Terimakasih info nya mommy. Menambah wawasan 🙂

    BalasHapus
  4. terimakasih artikel ini sangat membantu😊

    BalasHapus
  5. Terimakasih atas informasinya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  6. Bermanfaat sekaliiiii 👍👍👍

    BalasHapus
  7. Terimakasih artikel ini Sangat bermanfaat sekali, terutama untuk ibu yang memiliki balita.
    Lanjutkan 👍

    BalasHapus
  8. Terima kasih sangat bermanfaat sekali artikelnya

    BalasHapus
  9. Alhamdulillah dapet ilmu baru ni dari bu perawat:)

    BalasHapus
  10. Nice, di tunggu artikel selanjutnya oke

    BalasHapus
  11. Sangat bermanfaat sekali..

    BalasHapus
  12. Terimakasih, sangat bermanfaat😍

    BalasHapus
  13. Terimakasih ilmunya,sangat bermanfaat

    BalasHapus
  14. Sangat bermanfaat, terimakasih atas informasinya 👍

    BalasHapus
  15. Sangat berfaedah mom👍🏻

    BalasHapus
  16. Termikasi momma sangat bermanfaat😊

    BalasHapus
  17. Terimakasih informasinya... Sangat bermanfaat 👍👍

    BalasHapus
  18. Terima kasih inpormasi nya..👍👍

    BalasHapus
  19. Sungguh bermanfaat sekali bu, apalagi ada beberapa point yg sbenrnya baru kali ini saya tau.
    So terimakasih buat infonya semoga blog ini bisa berkembang.
    Dan jangan lupa like, subscribe dan share ya guys awokwokwok��

    BalasHapus